jpnn.com, JAKARTA - Polri kembali memberangkatkan personel, tim SAR, anjing pelacak K9, serta bantuan logistik untuk mendukung penanganan bencana gempa bumi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).
Pemberangkatan dilakukan dari Bandar Udara Pondok Cabe Polri, Tangerang Selatan, Minggu (16/8).
Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, pemberangkatan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk memperkuat upaya mitigasi, evakuasi, dan penyelamatan masyarakat terdampak bencana di NTT.
“Ini merupakan kelanjutan dari upaya kami untuk memberikan bantuan dan menjalankan misi kemanusiaan Polri, sebagaimana arahan dan perintah Bapak Kapolri kepada jajaran Mabes Polri, khususnya dalam membantu Polda Nusa Tenggara Timur,” ujar Trunoyudo di Bandar Udara Pondok Cabe Polri, Minggu (16/8).
Trunoyudo menjelaskan, dari rencana awal sebanyak 260 personel, sebanyak 137 personel telah diberangkatkan pada Sabtu (15/8) malam. Personel tersebut memiliki kapabilitas dan kompetensi di bidang penyelamatan dan Search and Rescue (SAR).
Selain itu, Korps Brimob Polri telah mengirimkan 101 personel yang di dalamnya terdapat tenaga kesehatan lapangan, dokter beserta perlengkapannya, serta personel logistik yang bertugas melakukan kurasi kebutuhan di wilayah terdampak.
Pada Minggu pagi, Polri kembali memberangkatkan tim SAR dari Direktorat Polisi Satwa Korps Sabhara Baharkam Polri sebanyak 21 personel bersama 10 ekor anjing K9. Tim tersebut membawa peralatan pendukung pencarian korban serta bantuan logistik dengan total berat sekitar 2,5 ton.
“Khusus untuk kompetensi SAR dari Direktorat Polisi Satwa, kami memberangkatkan 21 personel beserta 10 ekor anjing K9 yang memiliki kompetensi untuk melakukan pencarian korban,” kata Trunoyudo.









































