jpnn.com, NAGEKEO - Warga Wolowae, Kabupaten Nagekeo, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) saat ini sedang berjibaku mengungsi dengan membangun tenda darurat sendiri setelah kehilangan tempat tinggal yang rubuh akibat gempa pagi tadi, Sabtu (15/8).
Diketahui, gempa bumi terjadi pada pukul 04.58.24 WIB dengan pusat gempa berada di laut, sekitar 38 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, pada kedalaman 15 kilometer.
Warga Kecamatan Wolowae yang terletak di kawasan perbatasan Kabupaten Nagekeo dan Ende, Flores turut menjadi korban gempa dahsyat tersebut.
Warga mengungsi ke arah perbukitan setelah gempa menghancurkan rumah mereka. Warga yang memiliki rumah di sekitar pesisir pantai, lari mengungsi karena khawatir adanya potensi tsunami dari gempa tersebut.
Menurut warga yang enggan menyebut identitasnya, mereka sangat berharap pemerintah segera membawa bantuan karena tak tahu sampai kapan bertahan mengungsi darurat.
Warga berupaya membangun tenda darurat seadanya karena belum datang bantuan. Satu tenda berisi 4-5 keluarga yang juga di dalamnya ada anak-anak. Warga tidak punya cukup persediaan makanan karena lari dengan membawa kebutuhan seperlunya.
Saat ini yang dilakukan hanya warga bantu warga dengan berbagi persediaan makanan yang tersisa sembari menunggu datangnya bantuan cepat dari pemerintah.
Sementara, beberapa akses jalanan di wilayah tersebut terputus akibat gempa.









































