jpnn.com - Pakar Ekonomi Politik, Ichsanuddin Noorsy mengkritik pernyataan Purbaya Yudhi Sadewa terkait klaim kenaikan harga BBM nonsubsidi tidak berdampak signifikan terhadap ekonomi.
Noorsy menegaskan kenaikan harga BBM nonsubsidi, utamanya Pertamax, secara sistemik berkontribusi pada inflasi dan menekan daya beli masyarakat.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Foto: Ricardo/JPNN.com
Secara statistik, Noorsy menjelaskan komponen BBM memiliki bobot dalam Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 2 hingga 3 persen, bahkan bisa mencapai 4 persen saat musim liburan.
Dengan konsumsi Pertamax yang mencapai 27 persen, kenaikan harga bahan bakar ini diperkirakan menyumbang andil inflasi sebesar 0,8 hingga 1 persen.
"Jadi kalau kita melihat di situ kalau dibilang tidak ada pengaruhnya, salah, pengaruhnya ada," kata Noorsy saat dihubungi jpnn.com, Kamis (11/6).
Noorsy menyoroti dampak kenaikan Pertamax tidak hanya terbatas pada konsumsi rumah tangga, melainkan juga memengaruhi biaya operasional korporasi.
Mengingat kendaraan operasional perusahaan banyak yang menggunakan BBM nonsubsidi, kenaikan harga Pertamax berpotensi memicu kenaikan biaya produksi.






































