KPK Periksa Eks Komisaris Utama PGN Terkait Kasus Korupsi Jual-Beli Gas

6 days ago 41

KPK Periksa Eks Komisaris Utama PGN Terkait Kasus Korupsi Jual-Beli Gas

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa mantan Komisaris Utama PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk, I Gusti Nyoman Wiratmaja Puja, sebagai bagian penyelidikan kasus korupsi kerja sama jual-beli gas antara PGN dan PT Inti Alasindo Energy (IAE) pada periode 2017-2021. FOTO: Ilustrasi: arsip JPNN.com/Ricardo

jpnn.com, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa mantan Komisaris Utama PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk, I Gusti Nyoman Wiratmaja Puja, sebagai bagian penyelidikan kasus korupsi kerja sama jual-beli gas antara PGN dan PT Inti Alasindo Energy (IAE) pada periode 2017-2021.

Pemeriksaan dilakukan di Gedung KPK Merah Putih, Jakarta, pada Kamis (29/1).

"Pemeriksaan dilakukan di Gedung KPK Merah Putih," ujar Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo.

Selain Wiratmaja, turut diperiksa empat mantan komisaris PGN lain, yaitu Fajar Harry Sampurno, Mohamad Ikhsan, Kiswodarmawan, dan Paiman Raharjo, serta Vice President Gas Supply PGN, Hendrika Osloi Sinaga.

Kasus ini telah merugikan keuangan negara sekitar USD 14-15 juta, terutama akibat pembayaran uang muka untuk pasokan gas yang tidak terealisasi. Beberapa tersangka sebelumnya telah divonis hukuman penjara 5 hingga 6 tahun.

Dugaan modus operandi meliputi pengkondisian dalam perjanjian jual-beli gas dan rencana akuisisi IAE oleh PGN.

Padahal, IAE sebagai perusahaan swasta diduga tidak memiliki pasokan gas yang memadai. Namun, PGN tetap memberikan uang muka sebesar USD 15 juta pada kontrak November 2017.

Uang muka itu diduga digunakan untuk membayar utang PT IAE. Investigasi juga menemukan aliran dana commitment fee sebesar SGD 500 ribu kepada pihak PGN. (tan/jpnn)


KPK periksa eks Komisaris Utama PGN terkait kasus korupsi jual-beli gas yang diduga rugikan negara hingga USD 15 juta.


Redaktur & Reporter : Fathan Sinaga

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |