jpnn.com, JAKARTA - Praktisi hukum dan aktivis antikorupsi Saor Siagian meminta agar Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nusron Wahid segera muncul dan memberikan klarifikasi.
Hal itu berkaitan dengan kasus korupsi di lingkungan Kementerian ATR/BPN setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan delapan orang sebagai tersangka.
Terlebih, dari delapan tersangka tersebut, KPK menyebut empat di antaranya diduga merupakan orang kepercayaan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid.
“Sebagai pejabat publik, Nusron harus muncul ke permukaan memberi respons, karena yang ditangkap dan ditetapkan tersangka oleh KPK sebanyak 8 orang,” ucap Saor kepada JPNN.com, Kamis (17/8).
“Menurut KPK, 4 orang kepercayaan Nusron. Banyak jadi korban,” lanjutnya.
Saor berpendapat bahwa kasus tersebut sangat menampar wajah Presiden Prabowo Subianto yang disebut berkomitmen memberantas korupsi.
“Pejabat yang melakukan korupsi, bukan saja menampar wajah Presiden sekaligus juga mengkhianati mandat rakyat,”
Alumnus Universitas Kristen Indonesia (UKI) itu mendorong KPK segera menuntaskan serta mendapami pihak-pihak yang terkait.

















































