Ketika Eks Napiter & Yayasan Kristen Jelai Kasih Indonesia Merawat Toleransi di Bulan Suci

3 hours ago 15

Kamis, 12 Maret 2026 – 06:00 WIB

Ketika Eks Napiter & Yayasan Kristen Jelai Kasih Indonesia Merawat Toleransi di Bulan Suci - JPNN.com Jateng

Pembina Yayasan Jelai Kasih Indonesia Timotius Tanutama (berdiri) saat memberikan sambutan di hadapan eks narapidan terorisme dalam 'Silaturahmi Ramadan dan Buka Puasa Bersama' di Kota Semarang, Rabu (11/3). Foto: Danang Diska Atmaja/JPNN

jateng.jpnn.com, SEMARANG - Sore itu, Rabu (11/3) di sebuah warung gulai kepala ikan di Semarang, meja panjang sudah tertata rapi. Delapan orang mantan narapidana terorisme (napiter) duduk berdampingan dengan pengurus Yayasan Kristen Jelai Kasih Indonesia. Tak ada ketegangan yang tampak. Yang ada hanya percakapan yang mengalir sembari menunggu azan Magrib berkumandang.

Momen ini bukan kebetulan. Ini adalah perjalanan panjang yang dibangun pelan-pelan dengan saling mengenal, saling percaya, dan akhirnya saling mengundang.

Kegiatan bertajuk 'Silaturahmi Ramadan dan Buka Puasa Bersama' ini diinisiasi bersama oleh Yayasan Jelai Kasih Indonesia ( sebuah yayasan Kristen yang selama ini aktif dalam pembinaan karakter siswa sekolah negeri di berbagai kota) dan Yayasan Persadani (Putra Persaudaraan Anak Negeri), yang fokus mendampingi eks narapidana teroris (napiter) beserta keluarganya.

Bhabinkamtibmas Satbinmas Polrestabes Semarang sekaligus pembina Yayasan Persadani Bripka Purnomo Budi Setiawan menyebut kegiatan ini sebagai sesuatu yang melampaui sekadar acara berbuka puasa bersama.

"Ini sangat luar biasa. Adanya pertemuan ini memberikan suatu nilai toleransi dan tentu saja tidak ada sekat perbedaan agama," katanya saat diwawancari JPNN.com.

Menurut Bripka Purnomo, delapan orang yang hadir merupakan pengurus mantan napiter dari Persadani, tersebar di wilayah Kota Semarang. Program ke depan pun sudah dirancang dengan melakukan pelatihan-pelatihan produktif yang bermuara pada kesejahteraan para mantan napiter dan keluarganya.

"Kegiatan-kegiatan yang kami lakukan ke depan tentu saja memberikan suatu kontribusi kepada eks teroris supaya dapat diterima oleh masyarakat dan juga memberikan suatu pelatihan-pelatihan yang produktif untuk kesejahteraan mantan napiter beserta keluarganya," ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Persadani Sri Pujimulyo Siswanto menyebut kegiatan ini bukan sekadar silaturahmi biasa. Ini adalah kesempatan langka untuk menunjukkan kepada publik bahwa para eks napiter bukan lagi siapa yang dulu mereka kenal.

Yayasan Kristen Jelai Kasih Indonesia dan mantan napiter Semarang buka puasa bersama tanpa sekat agama di bulan suci Ramadan.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jateng di Google News

Read Entire Article
| | | |