jpnn.com, JAKARTA - Figur publik atau influencer saham BVN diduga Belvin Tannadi, melakukan tindakan manipulasi atau aksi goreng saham.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, otoritas jasa keuangan (OJK) menemukan influencer BVN menyampaikan informasi yang tidak benar kepada publik.
Dalam menjalankan aksinya, BVN diketahui memanfaatkan platform media sosial untuk menjangkau masyarakat secara luas.
OJK menemukan BVN memberikan informasi tidak benar terhadap satu atau lebih saham kepada para pengikutnya.
Tindakan ini dilakukan melalui penyebaran konten yang bertujuan memengaruhi persepsi publik terhadap kondisi saham tertentu.
"Menyebarkan informasi tidak benar dengan memanfaatkan media sosial," kata Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon (KE PMDK), Hasan Fawzi di kantor BEI, Jumat (20/2).
Hasan menjelaskan modus operandi yang dijalankan, yakni merekomendasikan pembelian atau penjualan saham tertentu kepada masyarakat.
Namun, rekomendasi tersebut ternyata bagian dari strategi manipulasi yang telah direncanakan.









































