jpnn.com, JAKARTA - Kesadaran terhadap pentingnya sistem proteksi kebakaran di Indonesia dinilai masih perlu ditingkatkan seiring pesatnya pembangunan kawasan industri, gedung komersial, fasilitas publik, hingga kawasan permukiman.
Menjawab kebutuhan tersebut, Saffire meluncurkan platform digital yang menghadirkan berbagai solusi fire protection dan industrial safety dalam satu ekosistem.
Platform tersebut dikembangkan untuk memudahkan pelaku usaha maupun masyarakat mengakses informasi, berkonsultasi, hingga melakukan pengadaan berbagai perlengkapan keselamatan secara lebih cepat, praktis, dan efisien melalui layanan digital.
Direktur Saffire Razali Bin Jaafar, mengatakan digitalisasi menjadi langkah perusahaan untuk memperluas akses terhadap solusi proteksi kebakaran sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya budaya keselamatan.
Razali Bin Jaafar menegaskan bahwa keselamatan tidak boleh menjadi sesuatu yang baru dipikirkan ketika insiden sudah terjadi.
"Kami melihat masih banyak perusahaan maupun individu yang membutuhkan akses yang lebih mudah terhadap informasi dan perlengkapan fire protection. Digitalisasi menjadi salah satu cara untuk menjembatani kebutuhan tersebut," ujar dia, dalam keterangannya, Jumat (24/7).
Menurut dia, perlindungan terhadap risiko kebakaran tidak cukup hanya dengan memiliki alat pemadam api ringan (APAR).
Sistem proteksi kebakaran juga mencakup deteksi dini, personal protective equipment (PPE), perangkat tanggap darurat, hingga kesiapan sumber daya manusia dalam menghadapi situasi darurat.












































