jatim.jpnn.com, SIDOARJO - Penyelidikan kasus kematian RYS (50) Sekretaris DPRKP Kabupaten Bangkalan yang jasadnya ditemukan di dalam mobil di area parkir Terminal 1 Bandara Juanda di Sidoarjo terus bergulir.
Kuasa hukum keluarga korban Risang Bima Wijaya mengatakan hingga kini penyidik masih meminta keterangan dari sejumlah anggota keluarga untuk melengkapi proses penyelidikan.
"Masih permintaan keterangan. Ini kan belum menjadi perkara pidana, masih sebatas penemuan jenazah. Yang sudah dimintai keterangan sementara dua orang, yakni adik dan adik ipar korban," kata Risang saat dihubungi, Sabtu (27/6).
Menurut dia, penyidik juga akan memastikan ada atau tidaknya barang milik korban yang hilang, terutama perhiasan yang dikenakan korban sebelum dinyatakan hilang.
"Besok akan dipastikan. Waktu video call korban masih memakai kalung dan gelang. Nanti dicocokkan dengan barang-barang yang ada di rumah, apakah memang ada yang hilang atau tidak," ujarnya.
Risang mengaku hingga kini belum menerima hasil resmi autopsi. Kesimpulan pemeriksaan forensik nantinya akan disampaikan dokter kepada penyidik sebagai bahan penyelidikan.
Meski demikian, berdasarkan pengetahuan dan pengalamannya mendampingi sejumlah kasus pidana, Risang menduga penyebab kematian korban mengarah pada asfiksia atau kekurangan oksigen akibat saluran pernapasan yang terhambat.
"Kalau saya pribadi membaca hasil pemeriksaan luar, penyebabnya mengarah ke asfiksia, tetapi ini bukan kesimpulan resmi, kami tetap menunggu penyidik dan hasil lengkap autopsi," katanya. (mcr12/jpnn)






































