Kasus ART Tewas di Cileungsi Bogor Berbuntut Panjang, Kuasa Hukum Korban Ungkap Kejanggalan

1 hour ago 16

Kasus ART Tewas di Cileungsi Bogor Berbuntut Panjang, Kuasa Hukum Korban Ungkap Kejanggalan

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Kuasa hukum keluarga korban dari Kantor Hukum Sarumaha & Partners, Dolan Alwindo Colling, S.H., saat memberikan keterangan terkait kasus kliennya kepada media. Foto: source for jpnn

jpnn.com, BOGOR - Kasus tewasnya seorang asisten rumah tangga (ART) berinisial RR (26) di Perumahan Kota Wisata, Desa Limusnunggal, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, berbuntut panjang.

Korban diduga kehilangan nyawa akibat dianiaya secara keji oleh sesama rekan kerjanya. Pihak kepolisian saat ini masih mendalami peristiwa tersebut dan telah menetapkan para tersangka.

Kuasa hukum keluarga korban dari Kantor Hukum Sarumaha & Partners, Dolan Alwindo Colling, S.H., mengonfirmasi bahwa penyidik Reskrim Polsek Cileungsi telah menahan tiga orang tersangka.

"Saat ini pihak penyidik Reskrim Polsek Cileungsi telah menetapkan tiga orang tersangka dan menahan mereka. Pada Jumat, 26 Juni 2026, polisi juga telah menggelar rekonstruksi sebanyak 33 adegan," ujar Dolan, Minggu (28/6/2026).

Berdasarkan keterangan kepolisian dan fakta rekonstruksi, peristiwa maut tersebut bermula pada Selasa, 26 Mei 2026 sekitar pukul 13.45 WIB di kamar lantai dua rumah majikan korban.

Konflik dipicu masalah sepele. Saat itu, anak majikan berinisial HO alias Ade hendak berangkat menuju Bandara Soekarno-Hatta. Sebelum pergi, HO menyuruh RR mencari pengisi daya (charger) jam tangan miliknya.

Namun, setelah dicari ke berbagai sudut, barang tersebut tidak ditemukan. HO kemudian memanggil tiga ART lain, yaitu Faridawati Rusliani (F), Nia Ramadini, dan Yuliati (Y), untuk membantu mencari. Karena tetap tidak membuahkan hasil, penganiayaan terhadap korban pun dilakukan.

"Pada 27 Mei 2026, korban diduga mendapatkan tindakan penganiayaan berat dari ketiga tersangka di kamar lantai dua. Korban dipaksa membuka baju hingga hanya menyisakan pakaian dalam, disiram air panas (water heater), serta dipukul menggunakan botol obat nyamuk pada bagian mulut dan wajah," ungkap Dolan.

Peristiwa tewasnya seorang asisten rumah rumah tangga (ART) berinisial RR, 26, diduga akibat dianiaya sesama ART di Cileungsi, Bogor, berbuntut panjang.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |