jpnn.com, JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memberikan kabar baik soal nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso mengalami penguatan dan saat ini kembali berada di bawah level Rp 18 ribu per USD pascakenaikan suku bunga acuan (BI-Rate) menjadi 5,5 persen.
Menurut Ramdan, investor asing merespons positif penguatan bauran kebijakan, yakni kenaikan BI-Rate serta penguatan imbal hasil Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dan Surat Berharga Negara (SBN).
Hal ini tercermin dari meningkatnya aliran masuk modal asing ke instrumen SRBI pasca lelang SRBI pada 10 Juni 2026.
“Aliran masuk modal asing juga mulai kembali terjadi di pasar SBN, terutama pada tenor pendek dan menengah,” kata Ramdan di Jakarta, Jumat.
Namun, bank sentral Indonesia akan terus mencermati perkembangan pasar keuangan global dan domestik.
Di sisi lain, BI juga menjaga daya tarik instrumen keuangan domestik guna mendukung aliran masuk modal asing.
Selain itu, BI juga akan terus mengoptimalkan langkah-langkah stabilisasi nilai tukar rupiah melalui intervensi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar luar negeri (offshore) serta transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik secara konsisten dan terukur.






































