jpnn.com, JAKARTA - Menjawab tantangan era digital, mahasiswa LSPR Communication and Business Institute berkolaborasi dengan komunitas remaja dan pemuda Gereja Toraja Kelapa Gading menyelenggarakan workshop media sosial bertajuk “From Scrollers to Storytellers” di Gereja Toraja, Kelapa Gading, Jakarta Utara.
Program edukasi ini dirancang untuk membekali remaja dengan pemahaman mengenai pengelolaan personal branding yang positif di media sosial, serta keterampilan praktis dalam mengedit foto dan video.
Melalui kolaborasi ini, Gereja Toraja Kelapa Gading kembali menegaskan perannya sebagai wadah edukasi nonformal yang adaptif dan suportif dalam mengembangkan potensi generasi muda agar mampu menghadapi perkembangan teknologi digital secara bijak.

Pendeta Lius selaku perwakilan Gereja Toraja Kelapa Gading menyampaikan perkembangan media sosial yang semakin pesat membawa berbagai tantangan bagi generasi muda.
“Di tengah perkembangan media sosial yang begitu pesat, banyak anak muda mulai kehilangan identitas diri dan menghadapi berbagai hal yang menimbulkan keresahan. Karena itu, workshop ini menjadi kesempatan yang baik untuk memberikan edukasi mengenai penggunaan media sosial secara bijak dan berdampak positif bagi anak-anak kita, ” ujar Pendeta Lius.
Pernyataan tersebut menjadi landasan pentingnya kegiatan ini sebagai sarana pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan remaja saat ini.
Workshop “From Scrollers to Storytellers” diawali dengan ibadah pembuka dan dilanjutkan dengan tiga sesi materi utama.







































