jateng.jpnn.com, SALATIGA - Upaya membangun ekosistem ekonomi kreatif yang lebih terhubung dan berkelanjutan menjadi fokus dalam kegiatan Ngobrol Kreatif Bersama Gubernur Jawa Tengah dengan Pelaku Ekonomi Kreatif yang digelar Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (GEKRAFS) Jawa Tengah bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Ekonomi Kreatif (Disbudparekraf) Jawa Tengah di Hotel Wahid Prime Salatiga, Rabu (10/6).
Mengusung tema “Jateng Creative Hub Forum sebagai Upaya Mengintegrasikan Ruang Kolaboratif dengan Jaringan Kreator Lokal untuk Keberlanjutan Ekonomi Daerah”, kegiatan tersebut menjadi ruang dialog lintas sektor yang mempertemukan pelaku ekonomi kreatif, komunitas, akademisi, media, dunia usaha, dan pemerintah untuk memperkuat sinergi serta memperluas jaringan kolaborasi.
Forum tersebut dihadiri Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Ketua DPW GEKRAFS Jawa Tengah Berty Diah Rahmana, akademisi, komunitas kreatif, serta pelaku ekonomi kreatif dari berbagai subsektor di Jawa Tengah.
Dalam sesi diskusi kelompok terarah (focus group discussion atau FGD), sejumlah tantangan yang dihadapi sektor ekonomi kreatif menjadi perhatian bersama. Permasalahan yang mengemuka antara lain keterbatasan akses pasar, penguatan jejaring, hingga masih minimnya ruang kolaborasi antar kreator lokal.
Ketua DPW GEKRAFS Jawa Tengah Berty Diah Rahmana mengatakan keberhasilan sebuah forum kreatif tidak hanya ditentukan oleh konsep penyelenggaraannya, tetapi juga kualitas substansi yang dihadirkan kepada peserta.
Menurutnya, kehadiran narasumber yang kompeten dan pengemasan acara yang menarik menjadi faktor penting untuk meningkatkan partisipasi generasi muda dalam berbagai forum kreatif.
“Ketika pembicaranya berkualitas dan forum dikemas dengan baik, anak-anak muda pasti akan lebih tertarik datang. Karena mereka merasa ada wawasan, koneksi, dan pengalaman yang bisa didapat,” ujar Berty.
Menurutnya, GEKRAFS Jawa Tengah hadir tidak hanya sebagai organisasi, tetapi juga sebagai ruang kreatif dan wadah kolaborasi bagi para pelaku ekonomi kreatif di daerah. Melalui ruang tersebut, pelaku usaha kreatif diharapkan dapat menyampaikan aspirasi, memperluas jaringan, serta membangun diskusi lintas subsektor.




































