jpnn.com, JAKARTA - Interport mengumumkan pelayaran perdana (maiden voyage) armada terbarunya, yakni Interport Sandikala VII.
Berbendera Indonesia, kapal ini sudah menjalankan pelayaran perdananya dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, menuju Balikpapan, dengan estimasi waktu tempuh perjalanan selama empat hari.
Interport Sandikala VII merupakan kapal Multi purpose (Container and General Cargo) pertama yang dimiliki oleh salah satu anak usaha Interport, Interport Dirandra Syandana (INDIS). Kehadiran armada ini menjadi sebagai solusi logistik strategis untuk menjawab tantangan distribusi kargo di wilayah perairan nusantara yang memiliki karakteristik beragam.
Dengan kapasitas 1.400 DWT (Deadweight Tonnage), kapal berjenis Multi purpose ini menawarkan fleksibilitas ruang muat yang optimal. Kapal ini dirancang untuk dapat mengangkut muatan hingga 107 TEUs jika difungsikan 100% untuk kontainer, atau mampu mengangkut beban hingga 1.200 ton jika difungsikan 100% untuk muatan kargo breakbulk.
Interport Sandikala VII telah bersertifikasi kelayakan teknis kapal yang diterbitkan oleh PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero).
Interport Sandikala VII didesain secara khusus untuk menjangkau wilayah-wilayah yang sulit diakses oleh kapal kargo konvensional. Kapal ini memiliki Length Overall (LOA) sepanjang 67,2 meter. Dengan water draft yang tergolong dangkal yakni hanya 3,2 meter, kapal ini sangat ideal dan aman untuk berlayar di daerah pedalaman yang memiliki keterbatasan lebar sungai dan kedalaman air.
“Pelayaran perdana Interport Sandikala VII menjadi momen yang membanggakan bagi kami. Kapal ini hadir untuk menjawab kebutuhan operasional di wilayah yang sulit dijangkau, khususnya bagi industri pertambangan yang membutuhkan solusi logistik yang lebih fleksibel dan andal,” kata Direktur INDIS Yusuf Indrawarman.
Untuk mendukung kegiatan operasional bongkar muat yang mandiri dan efisien di pelabuhan perintis atau area remote, Interport Sandikala VII telah dilengkapi dengan Marine Crane Liebherr berkapasitas angkat maksimal 40 ton. Kemudian sistem penggerak Azimuth Thruster, yang memberikan kemampuan manuver andal dan kelincahan tingkat tinggi saat berlayar di perairan sempit maupun saat proses sandar.







































