jpnn.com, JAKARTA - Di usia 22 tahun, Dimas Hajar Ali membuktikan semangat wirausaha dan kreativitas digital bisa berjalan beriringan.
Pemuda kelahiran Lawe-Lawe, 15 Juni 2004, ini tidak hanya melanjutkan usaha keluarga di bidang penjualan bahan bangunan dan aktif sebagai kreator konten gaming.
Dimas, yang akrab disapa Ibazz atau Bebooo, memulai perjalanannya di dunia usaha saat masa pandemi COVID-19.
Saat kegiatan sekolah banyak dilakukan dari rumah, ia mulai membantu ayahnya berjualan bahan bangunan.
Dari pengalaman itu, ia perlahan memahami seluk-beluk perdagangan — mulai dari melayani pelanggan hingga membaca kebutuhan pasar. Setelah lulus Madrasah Aliyah, ia memberanikan diri membuka cabang usaha sendiri.
“Lama-lama jadi terbiasa dan terus belajar sampai akhirnya berani membuka cabang sendiri setelah lulus sekolah,” ujarnya.
Motivasi Dimas makin kuat karena terinspirasi sang kakek yang dahulu juga berprofesi sebagai pedagang.
Baginya, dunia usaha menarik bukan hanya karena potensi keuntungan, tetapi juga karena memberi kesempatan berinteraksi langsung dengan banyak orang setiap hari dan membangun relasi yang luas.







































