Indonesia-Australia Menuju Kemitraan Dewasa

1 hour ago 12

Oleh: Laurens Ikinia - Peneliti di Institute of Pacific Studies dan Dosen Hubungan Internasional UKI, Jakarta

Indonesia-Australia Menuju Kemitraan Dewasa

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Peneliti di Institute of Pacific Studies dan Dosen Hubungan Internasional UKI, Jakarta Laurens Ikinia. Foto: Source for JPNN.com

jpnn.com - Jarak antara Indonesia dan Australia, di atas peta, terlihat dekat-hanya dipisahkan oleh Selat Timor yang sempit.

Namun, di atas panggung geopolitik, jarak psikologis antara kedua negara itu kerap terasa seperti samudera.

Hubungan kedua negara boleh disebut sebagai “persahabatan paksa”-sebuah ikatan yang terbentuk bukan karena cinta pada pandangan pertama, tetapi karena kesadaran akan realitas geografis yang tak terbantahkan.

Kedua negara adalah tetangga yang tidak bisa memilih, tetapi harus hidup bersama.

Dalam dua dekade terakhir, hubungan yang dulu diwarnai fluktuasi dramatis, kecurigaan mendalam, dan krisis diplomatik berulang, mulai menunjukkan tanda-tanda kedewasaan baru.

Ini bukanlah kisah transformasi linear menuju harmoni, melainkan sebuah evolusi pragmatis menuju kemitraan strategis yang lebih terlembagakan, kompleks, dan-meski tetap rapuh-lebih realistis.

Dinamika global, terutama di kawasan Indo-Pasifik yang semakin panas, telah memaksa Jakarta dan Canberra untuk menata ulang cara kedua negara berinteraksi.

Garuda dan Kanguru belajar bahwa hubungan ini tidak lagi sekadar tentang mengelola krisis, tetapi tentang membangun fondasi bersama untuk menghadapi masa depan yang tak terduga.

Jarak antara Indonesia dan Australia, di atas peta, terlihat dekat-hanya dipisahkan oleh Selat Timor yang sempit.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |