jpnn.com, JAKARTA - Dosen tetap Universitas Bung Karno (UBK) Hasto Kristiyanto menyebut prioritas pembangunan nasional seharusnya diarahkan ke penguatan diplomasi internasional dan penguasaan teknologi, bukan ekspansi struktur militer di dalam negeri.
Hal demikian dikatakan dia saat memberikan kuliah umum bertajuk Pemikiran Geopolitik Bung Karno dalam rangka Ulang Tahun ke-27 UBK di Aula Ir Soekarno, Jakarta, Kamis (11/6).
"Kita lebih penting untuk memperkuat diplomasi internasional kita," kata Hasto, Kamis.
Dia menyebut Indonesia lebih baik menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) daripada membangun Batalyon Pembangunan Teritorial (Yon TP).
Hasto menyebut kerangka menguasai iptek sejalan dengan kerangka geopolitik Proklamator RI Soekarno, yakni kepentingan nasional tidak semata bertumpu pada aspek militer.
Dia mengatakan geopolitik Soekarno selalu menekankan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta penguatan diplomasi internasional dan aspek hukum.
"Jadi, berbicara tentang pemikiran Bung Karno, harus disertai semangat menguasai iptek dengan cara apa pun dan mengembangkan suatu kompetensi dalam diplomasi," lanjutnya.
Hasto mengatakan fungsi TNI AD saat ini lebih baik diarahkan ke penguasaan teknologi pertahanan, diplomasi militer, memahami teritorial lawan, bukan untuk menanam jagung dan padi.






































