Garam Listrik

3 hours ago 21

Oleh Dahlan Iskan

Garam Listrik

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Dahlan Iskan. Foto: dok JPNN.com

jpnn.com - DARI pabrik alat berat terbesar di dunia, saya berkendara ke arah timur. Satu jam. Lewat tol. Berarti ke arah perbatasan Xuzhou dengan Provinsi Shandong.

Pada zaman Jepang, Kabupaten Xuzhou sempat dimasukkan menjadi bagian Provinsi Shandong. Setelah itu dikembalikan ke Provinsi Jiangsu.

Di dekat perbatasan itu saya mengunjungi pabrik pembuatan panel tenaga surya. Besar sekali.

Di Tiongkok ini, kok, seragam: serbabesar atau besar sekali. Usia perusahaan ini baru 10 tahun. Pemiliknya anak muda. Agresif. Dalam 10 tahun bisa jadi raksasa begini.

Perang IsAm-Iran akan lebih melambungkan lagi pabrik seperti ini. Penutupan Selat Hormuz hanya akan lebih menyadarkan siapa saja: sudah waktunya pindah ke tenaga surya. Juga ke mobil listrik. Tiongkok sudah 10 tahun di depan negara-negara Barat –saya belum menghitung berapa tahun di depan kita.

Karena lokasinya dekat Shandong, maka ekspornya lewat pelabuhan-pelabuhan Shandong: Lian Yun Gang atau Qingdao. Saya sudah sering ke Qingdao, termasuk ke pelabuhannya: besar.

Saya belum pernah ke Lian Yun Gang. Kotanya lebih kecil, tetapi pelabuhannya lebih besar. Juga lebih hebat.

Di depan pelabuhan itu ada pulau memanjang. Bisa berfungsi sebagai water breaker alami. Mirip Pelabuhan Bitung di Manado dengan skala puluhan kali lipat.

Penutupan Selat Hormuz hanya akan lebih menyadarkan siapa saja: sudah waktunya pindah ke tenaga surya. Juga ke mobil listrik. Tiongkok sudah 10 tahun di depan.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |