Eric Hermawan DPR: Pelebaran Defisit APBN 2025 Cerminkan Tekanan Struktural Fiskal

3 hours ago 14

 Pelebaran Defisit APBN 2025 Cerminkan Tekanan Struktural Fiskal

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi Partai Golkar Eric Hermawan. Foto: Humas DPR RI

jpnn.com, JAKARTA - Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi Partai Golkar Eric Hermawan menilai realisasi APBN 2025 yang menunjukkan pelebaran defisit menjadi sinyal kuat adanya tekanan struktural dalam pengelolaan fiskal nasional.

Dia menyoroti realisasi pendapatan negara yang hanya mencapai Rp 2.756,3 triliun atau 91,7 persen dari target Rp 3.005,1 triliun, di tengah belanja negara yang tetap tinggi sebesar Rp 3.451,4 triliun.

Kondisi ini mendorong defisit melebar menjadi Rp 695,1 triliun atau sekitar 2,92 persen terhadap PDB, mendekati ambang batas 3 persen yang ditetapkan undang-undang.

Eric Hermawan, politikus Golkar dari dapil Jatim XI menjelaskan shortfall pendapatan, khususnya dari sektor perpajakan, menjadi faktor dominan ketidakseimbangan fiskal.

Realisasi penerimaan perpajakan hanya mencapai Rp 2.217,9 triliun atau 89,0 persen dari target dengan kekurangan sekitar Rp 273 triliun.

Menurutnya, pelemahan ini menggerus fungsi pajak sebagai tulang punggung pembiayaan negara dan memperbesar ketergantungan pada utang.

Sementara itu, meskipun Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) mencapai 104 persen dari target atau Rp 534,1 triliun, surplus tersebut relatif kecil dan tidak mampu menutup kesenjangan besar pada sektor pajak.

Di sisi belanja, Eric menyoroti adanya distorsi alokasi yang mengindikasikan lemahnya disiplin fiskal.

Eric Hermawan menilai realisasi APBN 2025 yang menunjukkan pelebaran defisit menjadi sinyal kuat adanya tekanan struktural dalam pengelolaan fiskal nasional.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |