jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua MPR dari Fraksi PAN Eddy Soeparno menegaskan Indonesia harus mempercepat langkah menuju kemandirian energi agar tidak terus bergantung pada impor energi yang rentan terhadap dinamika politik dan ekonomi dunia di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik global.
Penegasan tersebut disampaikan Eddy saat menjadi pembicara kunci dalam diskusi DBS-CNBC Indonesia Morning Coffee bertajuk 'Ketahanan Energi Indonesia di Tengah Krisis Geopolitik Global: Tantangan, Potensi, dan Arah Kebijakan'.
Menurut Eddy, berbagai konflik dan ketegangan geopolitik dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan ketahanan energi kini menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari ketahanan ekonomi dan ketahanan nasional.
“Di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik global, Indonesia tidak boleh terus bergantung pada energi impor. Kemandirian energi harus menjadi prioritas nasional karena menyangkut stabilitas ekonomi, daya saing industri, dan kesejahteraan masyarakat,” tegas Eddy dalam keterangannya, Jumat (24/7).
Eddy menegaskan transisi energi harus menjadi instrumen strategis untuk mencapai tiga tujuan sekaligus.
Pertama, memperkuat ketahanan energi melalui diversifikasi sumber energi dan pengurangan ketergantungan impor.
Kedua, menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional menuju target 8 persen melalui penciptaan investasi baru, hilirisasi industri, dan lapangan kerja hijau.
Ketiga, memenuhi komitmen Indonesia dalam menurunkan emisi karbon serta mempercepat dekarbonisasi menuju pembangunan berkelanjutan.












































