jpnn.com, JAKARTA -
Metana (CH?) kini menjadi salah satu fokus utama dalam upaya mitigasi perubahan iklim global.
Sebagai gas rumah kaca yang memiliki potensi pemanasan sekitar 80 kali lebih besar dibandingkan karbon dioksida (CO?) dalam periode 20 tahun.
Pengurangan emisi metana dipandang sebagai salah satu langkah tercepat dan paling efektif untuk memperlambat laju pemanasan global.
Dalam konteks Indonesia, sektor minyak dan gas bumi (migas) menjadi salah satu sektor strategis yang memiliki peluang besar untuk melakukan pengurangan emisi metana secara cepat, terukur, dan ekonomis.
Dalam rangka meningkatkan pemahaman publik serta mendukung peliputan media yang akurat dan berbasis sains mengenai isu metana serta mendukung aksi mitigasi perubahan iklim dan transisi energi, Energy Academy Indonesia (ECADIN) menyelenggarakan kegiatan Media Briefing: Methane Management in Oil & Gas Sektor di Jakarta (8/6).
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program “Strengthening Indonesian Government Capacity on Methane Emission Management in Indonesia’s Oil and Gas Sector” yang dilaksanakan ECADIN bekerja sama dengan Kementerian Energi danSumber Daya Mineral (ESDM) yang berlangsung tangal 9-10 Juni 2026 di Hotel Mulia, Jakarta.
Dalam sesi pembuka, Desti Alkano selaku Chief Executive Officer (CEO) ECADIN menjelaskan pentingnya peran media dan masyarakat dalam mendukung upaya mitigasi emisi metana di Indonesia.






































