DSI Dinilai Bisa Perkuat Tata Kelola Ekspor Tanpa Menambah Beban Dunia Usaha

2 hours ago 14

DSI Dinilai Bisa Perkuat Tata Kelola Ekspor Tanpa Menambah Beban Dunia Usaha

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Barang yang akan diekspor (Ilustrasi). Foto dok Bea Cukai

jpnn.com, JAKARTA - Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) memberikan pandangannya terhadap kehadiran PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) dalam memperkuat tata kelola ekspor komoditas strategis.

DSI dinilai memberikan komitmen manajemen untuk mendorong profesionalisme dalam kapasitas teknis menghadapi volatilitas komoditas global.

DSI mengedepankan proses perekrutan talenta-talenta terbaik dari pasar. Upaya ini dipandang sebagai sinyal profesionalisme yang sangat kuat.

"Komitmen DSI untuk merekrut profesional terbaik yang ada di market adalah sinyal positif. Hal ini juga menunjukkan bahwa DSI ingin bekerja secara profesional serta responsif menghadapi dinamika geopolitik global. Ini tentunya akan membantu meredakan kekhawatiran investor terkait kapasitas teknis lembaga baru tersebut," ujar Wakil Ketua Bidang Kebijakan Publik APINDO Chandra Wahjudi.

Chandra mengatakan lembaga baru ini memiliki legitimasi kuat di mata pelaku usaha. Seluruh mandat operasionalnya harus berangkat dari hukum yang jelas, akuntabel, dan dijalankan tanpa menambah beban baru bagi dunia usaha.

"DSI dapat membantu menekan under invoicing melalui integrasi data dan analitik risiko, tanpa menambah layer perizinan," katanya.

Chandra percaya DSI punya kapasitas teknis untuk membantu menekan praktik under invoicing yang menjadi salah satu perhatian utama pemerintah karena merugikan pendapatan negara.

"Yang penting adalah kepastian prosedur dan ruang klarifikasi bagi eksportir agar iklim investasi tetap terjaga," lanjutnya.

DSI punya kapasitas teknis untuk membantu menekan praktik under invoicing yang menjadi salah satu perhatian utama pemerintah karena merugikan pendapatan negara.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |