jpnn.com, BOGOR - Universitas Terbuka (UT) terus memperkuat perannya dalam mendukung pembangunan ekonomi desa melalui penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dan Diseminasi Hasil Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang digelar di Hotel Salak The Heritage, Bogor.
Kegiatan ini melibatkan pemerintah desa, pengelola BUMDes, pelaku UMKM, akademisi, hingga masyarakat setempat untuk membahas strategi pengembangan ekonomi desa berbasis potensi lokal.
"Forum ini menjadi wadah untuk mengidentifikasi tantangan, merumuskan solusi, serta memperkuat kolaborasi dalam menciptakan ekonomi desa yang berkelanjutan," kata Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Terbuka, Irmawaty, S.E., M.Si., Kamis (11/6).
Dia menjelaskan bahwa program pendampingan ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang UT yang telah berjalan sejak 2019 dan kembali diperkuat sejak 2024.
“Perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mendampingi desa agar mampu mengoptimalkan potensi lokal dan memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, tim pengabdian UT yang terdiri dari Mailani Hamdani, Deni Surapto, Rahmad Purnama, dan Sri Lestari Pujiastuti tidak hanya memaparkan hasil program yang telah dijalankan, tetapi juga membuka peluang kolaborasi baru untuk mempercepat pengembangan BUMDes dan UMKM di Kecamatan Ciomas maupun Kabupaten Bogor secara lebih luas.
Salah satu capaian yang menjadi sorotan dalam FGD adalah perkembangan BUMDes Makmur Anugerah Lestari.







































