Dari CPO ke Bioavtur, Industri Sawit Nasional Didorong Perluas Hilirisasi

1 day ago 32

Dari CPO ke Bioavtur, Industri Sawit Nasional Didorong Perluas Hilirisasi

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

ilustrasi perkebunan kelapa sawit. Foto: Tim BPDP

jpnn.com, JAKARTA - Indonesia dinilai perlu melakukan transformasi strategis dari sekadar negara produsen kelapa sawit terbesar di dunia, menjadi pusat hilirisasi sawit global.

Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Mohammad Faisal menyatakan transformasi penting untuk memberikan nilai tambah dan memperkuat daya saing industri sawit nasional.

“Sejauh ini Indonesia sudah mendorong hilirisasi kelapa sawit. Cuma mungkin hilirisasi belum beragam. Oleh karena itu, perlu ada strategi agar Indonesia bisa menjadi pusat hilirisasi industri sawit global,” kata Faisal di Jakarta, baru-baru ini.

Mendukung percepatan investasi di sektor hilir tersebut, Indonesia membutuhkan instrumen pendukung berupa insentif maupun disinsentif fiskal dan nonfiskal yang dibarengi penguatan di sektor hulu.

“Kita juga harus memperkuat sektor hulu sawit. Penguatan di sektor hulu ini penting karena tidak mungkin kita membangun industri hilir kalau tidak didukung oleh sektor hulu yang kuat,” paparnya.

Upaya pengembangan hilirisasi sawit juga terus didukung aktif oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) melalui berbagai inisiatif riset, promosi, hingga pengembangan sumber daya manusia.

Percepatan hilirisasi kelapa sawit diyakini mampu memberi manfaat nyata, seperti penciptaan lapangan kerja dan penguatan struktur industri nasional.

“Dampak positif hilirisasi sawit tentu banyak sekali mulai dari penyerapan tenaga kerja hingga peningkatan income masyarakat,” tuturnya.

Indonesia perlu bertransformasi strategis dari sekadar negara produsen kelapa sawit terbesar di dunia menjadi pusat hilirisasi sawit global.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |