bali.jpnn.com, DENPASAR - Imigrasi Ngurah Rai terlibat aktif mengungkap keterlibatan Warga Negara Asing (WNA) dalam pembuatan konten wikwik di sebuah vila di kawasan Pererenan, Mengwi.
Aparat Imigrasi Ngurah Rai berhasil mencegat dua WNA yang diduga sebagai kreator konten asusila saat mencoba melarikan diri ke Thailand melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai.
Keduanya adalah seorang perempuan berinisial MMJL (23) asal Prancis, serta dua pria berinisial NBS (24) asal Italia.
"Ini merupakan bentuk kewaspadaan dan ketelitian petugas kami di lapangan," kata Kepala Kantor Imigrasi Ngurah Rai, Bugie Kurniawan, di Jimbaran, Selasa kemarin (17/3).
Menurut Bugie Kurniawan, MMJL dan NBS dicegat keluar negeri setelah proses pemeriksaan keimigrasian di terminal keberangkatan internasional Bandara I Gusti Ngurah Rai.
Keduanya dicegat setelah petugas Intelijen dan Penindakan Keimigrasian (Inteldakim) Imigrasi Ngurah Rai melakukan penelusuran terhadap pergerakan MMJ pada Jumat (13/3).
MMJL yang berusia 23 tahun itu memajukan jadwal penerbangannya yang semula pada 14 Maret menuju Paris melalui Singapura, menjadi 13 Maret menuju Paris melalui Thailand.
Petugas intel juga menelusuri rekam jejak di media sosial.


















.jpeg)




















