jatim.jpnn.com, SURABAYA - Pemerintah Kota Surabaya berencana memasukkan buku Bung Karno: Aku Arek Suroboyo ke dalam kegiatan pembelajaran di sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP). Langkah itu dilakukan untuk memperkuat pemahaman sejarah sekaligus mengenalkan lebih dekat sosok Presiden pertama RI kepada generasi muda.
Rencana tersebut disampaikan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, saat peluncuran buku di Balai Budaya Kompleks Balai Pemuda, Kamis (25/6).
Menurut Eri, buku yang mengangkat perjalanan hidup Bung Karno dari perspektif Kota Surabaya itu akan disebarluaskan ke sekolah-sekolah di bawah naungan Pemkot Surabaya.
“Kita akan masifkan penyebaran buku ini di Kota Surabaya. Saya juga meminta Sekda dan Kepala Dinas Pendidikan agar ada satu sampai dua jam pelajaran yang wajib dilakukan di setiap SD dan SMP untuk menceritakan isi buku tersebut,” kata Eri.
Dia menilai pengenalan sejarah tokoh bangsa sejak dini penting dilakukan agar pelajar memahami nilai perjuangan yang diwariskan para pendiri bangsa. Karena itu, materi tentang Bung Karno tidak hanya disampaikan melalui pelajaran sejarah, tetapi juga dapat dimasukkan dalam kegiatan ekstrakurikuler.
“Dari buku ini yang saya harapkan adalah seluruh arek Suroboyo mewarisi api perjuangan beliau,” ujarnya.
Eri mengatakan Surabaya memiliki ikatan sejarah kuat dengan Bung Karno karena menjadi kota kelahirannya. Oleh sebab itu, siswa di Kota Pahlawan dinilai perlu memahami perjalanan hidup sang proklamator sejak usia dini.
“Kalau sudah melupakan sejarah maka kota itu akan kehilangan arah. Karena itu sejarah harus terus diingatkan kepada generasi muda,” katanya.






































