BoP Tak Punya Legitimasi Moral, Sudah Saatnya Indonesia Keluar

6 hours ago 28

BoP Tak Punya Legitimasi Moral, Sudah Saatnya Indonesia Keluar

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Pengamat politik dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Ubedilah Badrun.Foto: Aristo Setiawan/jpnn.com

jpnn.com, JAKARTA - Akademisi Barisan Oposisi Indonesia (BOI) Ubedilah Badrun mengungkap tiga sinyal ketika Presiden RI Prabowo Subianto menggelar pertemuan dengan para mantan presiden dan wapres sampai pemimpin organisasi keagamaan.

Pertama, kata Kang Ubed sapaan Ubedilah Badrun, menunjukan ada sesuatu yang amat penting hendak disampaikan Prabowo ke para tokoh tersebut.

"Kedua, menunjukan Prabowo sedang khawatir dengan situasi dan kondisi saat ini, sehingga memerlukan pandangan dari sejumlah tokoh tersebut. Dia ingin mendengar masukan dari para tokoh," kata Kang Ubed melalui layanan pesan, Jumat (6/3).

Ketiga, kata dia, menunjukan Prabowo sudah mengetahui peta respons publik atas kebijakan Indonesia masuk ke Board of Peace (BoP).

Termasuk, kata pengamat politik itu, Prabowo mulai mencium penilaian negatif dari publik terhadap masuknya Indonesia di BoP.

"Mulai banyak desakan publik yang meminta Prabowo keluar dari BoP," ujarnya.

Kang Ubed sendiri menilai posisi BoP tidak memiliki legitimasi moral sebagai lembaga penjaga perdamaian setelah Amerika Serikat (AS) dan Israel menyerang Iran.

Sebab, BoP dibentuk oleh Presiden AS Donald Trump yang getol menyuarakan agresi militer terhadap Iran.

Akademisi BOI Ubedilah Badrun mengungkap agresi AS-Israel seharusnya membuat Presiden RI Prabowo membawa keluar dari BoP.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |