bali.jpnn.com, GIANYAR - Badan Narkotika Nasional (BNN) RI kembali menunjukkan taringnya dalam memerangi jaringan narkoba internasional.
Melalui operasi senyap yang berlangsung dramatis selama dua hari, 5–6 Maret 2026, BNN RI bersama Bea Cukai dan Imigrasi berhasil menggerebek laboratorium gelap produksi narkotika jenis Mephedrone.
Clandestine laboratory yang berhasil diungkap tim gabungan ini berada di The Lavana De’Bale Marcapada, Pering, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar, Bali.
Dua warga negara asing (WNA) asal Rusia berinisial NT, 29, (perempuan) dan TS, 30, (laki-laki) resmi diamankan dalam operasi ini, satu lagi berstatus daftar pencarian orang (DPO).
Keduanya diduga kuat sebagai otak di balik rumah produksi narkotika golongan I tersebut.
Kepala BNN RI Komjen Suyudi Ario Seto mengungkapkan bahwa kasus ini terendus berkat kecurigaan petugas terhadap paket-paket dari China yang masuk melalui Kantor Pos Gianyar sejak Januari lalu.
"Para pelaku menggunakan data palsu untuk mengaburkan jejak. Namun, berkat penyelidikan mendalam dan kolaborasi lintas instansi, kami berhasil melacak titik persembunyian mereka," ujar Komjen Suyudi Ario Seto, Sabtu (7/3).
Plt Deputi Pemberantasan BNN RI Brigjen Roy Hardi Siahaan mengatakan, operasi penangkapan para pelaku terjadi pada Kamis malam (5/3) sekitar pukul 23.45 WITA.







































