jpnn.com, JAKARTA - Industri food and beverage (F&B) di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan positif seiring pulihnya sektor pariwisata dan meningkatnya konsumsi masyarakat.
Di tengah tren tersebut, Bali dinilai menjadi salah satu wilayah yang memiliki potensi besar untuk ekspansi bisnis F&B, terutama yang menggunakan model kemitraan atau franchise.
Franchise Manager Bingxue Indonesia Andrew mengatakan Bali tidak hanya dikenal sebagai destinasi wisata unggulan, tetapi juga berkembang menjadi pusat gaya hidup dengan tingkat konsumsi yang tinggi.
Menurut dia, kondisi tersebut menciptakan peluang yang menjanjikan bagi pelaku usaha F&B.
"Jika dibandingkan dengan kota besar seperti Jakarta atau Surabaya, tingkat penetrasi brand F&B tertentu di Bali masih belum terlalu padat. Artinya, peluang untuk masuk dan berkembang masih sangat terbuka," kata Andrew dalam keterangannya.
Andrew menjelaskan kombinasi antara arus wisatawan yang relatif stabil sepanjang tahun dan karakter konsumen yang terbuka terhadap tren baru menjadi faktor utama yang mendorong potensi bisnis di Bali.
Selain itu, eksposur merek di Bali juga dinilai lebih kuat karena didukung oleh ekosistem pariwisata dan aktivitas media sosial yang tinggi.
Dia menyebut tren tersebut turut meningkatkan minat pelaku usaha untuk membuka bisnis F&B berbasis franchise di Pulau Dewata.







































