jpnn.com, JAKARTA - Ketua Umum Gen Z Arwin Welhalmina membela Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka terkait pengakuan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Bung Karno (BEM FH UBK) yang menerima sejumlah uang.
Arwin mengatakan bahwa ada upaya-upaya framing negatif dari pihak tertentu kepada Wakil Presiden Gibran.
Menurut dia, Gibran saat ini hanya fokus bekerja.
Arwin menyebutkan dana yang diterima oleh Ketua BEM FH UBK tersebut berasal dari pihak lain, yaitu pihak kepolisian saat melakukan pengamanan di lapangan sebelum melakukan aksi demonstrasi, bukan bersumber dari Wapres Gibran ataupun pihak Istana.
“Menurut informasi BEM UBK, uang itu diserahkan oleh pihak kepolisian di luar instansi pemerintahan sebelum aksi demonstrasi di depan Istana,” ujar Arwin.
“Pada saat aksi berlangsung perwakilan mahasiswa diundang masuk ke Istana oleh mas wapres untuk melakukan audiensi resmi, menyerap aspirasi tuntutan mahasiswa,” lanjutnya.
Arwin menyayangkan adanya upaya penggiringan opini negatif yang mencoba menggiring nama baik Wakil Presiden dengan tindakan transaksional.
Dia menegaskan bahwa kehadiran mahasiswa di Istana murni untuk menyampaikan aspirasi secara langsung atas undangan Gibran, bukan karena pengondisian materi.









































