jpnn.com - BANDUNG - Ajang internasional '2nd Stiga Table Tennis ASEAN Club Championship (TTACC) 2026 resmi digelar di Universitas Padjajaran, Kota Bandung.
Kejuaraan antarklub tenis meja terbesar di kawasan Asia Tenggara itu diikuti 114 atlet dari 14 tim terbaik yang mewakili enam negara ASEAN, yakni Indonesia, Singapura, Malaysia, Vietnam, Thailand, dan Filipina.
Kejuaraan tersebut tidak hanya menjadi arena persaingan antarklub terbaik ASEAN, tetapi juga dipandang sebagai bagian penting dalam mempersiapkan atlet menuju ajang multi event regional, termasuk SEA Games.
Ketua Panitia Pelaksana 2nd Stiga TTACC 2026 Yon Mardiyono mengatakan, TTACC lahir dari gagasan komunitas tenis meja Asia Tenggara yang menginginkan kompetisi antarklub berkelanjutan layaknya Liga Champions di sepak bola.
"Jadi, memang Liga 2nd Stiga Table Tennis ASEAN Club Championship ini dibangun oleh teman-teman di Asia Tenggara. Kami mendambakan ada satu event seperti Liga Champions, tetapi untuk klub-klub se-ASEAN," kata Yon saat ditemui dalam opening seremonial 2nd Stiga Table Tennis Asean Club Championship (TTACC), Kamis (11/6/2026).
Menurutnya, format antarklub dipilih untuk mempermudah partisipasi atlet. Sebab, di sejumlah negara, proses birokrasi untuk mewakili daerah maupun negara kerap menjadi kendala.
Karena itu, TTACC diharapkan menjadi kompetisi puncak yang mempertemukan klub-klub terbaik hasil kompetisi liga nasional di masing-masing negara.
"Harapan kami, setiap negara memiliki liga yang berkelanjutan. Dari sana juara satu, dua, dan tiga tampil di TTACC. Kompetisi yang paling bagus memang liga karena berlangsung kontinu," tuturnya.







































