jpnn.com, YOGYAKARTA - Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko BPJS Ketenagakerjaan Bambang Joko Sutarto mendorong sinergi yang lebih erat antara BPJS Ketenagakerjaan dan Bank BPD DIY guna memperluas literasi jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja Indonesia, khususnya di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Melalui kolaborasi tersebut, kedua institusi berupaya menghadirkan layanan yang semakin mudah diakses, memperkuat edukasi perlindungan sosial dan keuangan, serta memperluas jangkauan kepesertaan hingga ke sektor informal dan pelaku UMKM di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Pernyataan tersebut disampaikan Bambang saat melakukan kunjungan kerja dan pertemuan dengan jajaran manajemen Bank BPD DIY di Yogyakarta, Rabu (10/6).
Pertemuan tersebut membahas berbagai peluang kerja sama strategis yang dapat memperkuat ekosistem perlindungan pekerja melalui sinergi antara layanan perbankan dan jaminan sosial ketenagakerjaan.
Dalam kesempatan tersebut, Bambang menegaskan peningkatan literasi jaminan sosial ketenagakerjaan menjadi salah satu tantangan sekaligus peluang yang perlu dikerjakan bersama oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk sektor perbankan yang memiliki jangkauan luas hingga ke tingkat daerah.
Menurut Bambang, kolaborasi dengan perbankan membuka simpul baru dalam memperluas literasi jaminan sosial ketenagakerjaan.
"Kami ingin memastikan semakin banyak pekerja memahami pentingnya perlindungan sosial sebagai fondasi ketahanan ekonomi keluarga ketika menghadapi berbagai risiko kehidupan maupun risiko pekerjaan," ujar Bambang.
Menurut Bambang, sinergi antara BPJS Ketenagakerjaan dan Bank BPD DIY tidak hanya berfokus pada perluasan kepesertaan, tetapi juga membangun pemahaman masyarakat mengenai pentingnya perencanaan keuangan dan perlindungan sosial secara berkelanjutan.





































