jpnn.com, JAKARTA - Di balik tetap andalnya operasional Kilang Plaju, ada ribuan pekerja yang terlibat dalam pekerjaan pemeliharaan fasilitas.
Sebanyak sekitar 2.500 tenaga kerja kontraktor dikerahkan dalam Pit Stop Tahap II 2026, dengan 65 persen di antaranya merupakan pekerja lokal Sumatra Selatan.
Pit Stop tersebut berlangsung selama 19 hari, mulai 27 Juli hingga 14 Agustus 2026.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) Plaju menjaga kesiapan fasilitas pengolahan energi sekaligus memastikan operasional kilang tetap berjalan secara andal.
Skala pekerjaan yang cukup besar tidak hanya berdampak pada sisi operasional perusahaan. Keterlibatan ribuan tenaga kerja turut menggerakkan berbagai aktivitas ekonomi masyarakat dan sektor pendukung di sekitar wilayah operasional.
Area Manager Communication Relations & CSR RU Plaju Siti Fauzia mengatakan keterlibatan masyarakat lokal menjadi bagian dari upaya perusahaan memberikan manfaat yang lebih luas dari aktivitas operasionalnya.
"Setiap aktivitas operasional di Kilang Plaju tentu memiliki keterkaitan dengan masyarakat dan lingkungan di sekitar wilayah operasi. Pelaksanaan Pit Stop dengan skala besar turut membuka ruang bagi keterlibatan tenaga kerja lokal," kata Siti, Kamis (17/9).
Namun, banyaknya tenaga kerja yang terlibat juga diiringi dengan perhatian ketat terhadap aspek keselamatan. Seluruh pekerjaan Pit Stop dilaksanakan dengan mengutamakan prinsip Safe Execution, On Schedule dan Right Quality.

















































