jpnn.com, JAKARTA - Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyebut sebanyak 6.088 personel dari kepolisian dan TNI ikut mengawal unjuk rasa atau demonstrasi mahasiswa di Jakarta, Jumat (12/6).
Menurut Budi, sebanyak 500 dari 6.088 itu berstatus prajurit TNI. Kemudian, 1.000 lainnya dari satuan Korbrimob.
Sisanya, BKO Sabhara 200 personel, anggota Polda Metro Jaya sebanyak 3.802, dan Polres Metro Jakarta mengerahkan 586 orang.
"Kegiatan ini meliputi pengamanan, yang pertama di wilayah seputaran DPR/MPR RI, yang kedua seputaran Bundaran HI, yang ketiga seputaran Patung Kuda, dan keempat seputaran Cikini Raya," ujar Budi ditemui di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (12/6).
Dia mengatakan kehadiran petugas Polri dan TNI bertujuan menjamin aspirasi yang disampaikan mahasiswa.
"Penyampaian aspirasi kepada publik, ini dilindungi oleh undang-undang," katanya.
Budi mengajak massa yang berdemonstrasi bisa melaksanakan unjuk rasa secara tertib sesuai perundang-undangan.
"Tidak ada petugas TNI-Polri yang membawa senjata api di dalam pelayanan pengamanan aksi penyampaian pendapat ini," ujarnya.







































