jateng.jpnn.com, SEMARANG - Wakil Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Taj Yasin Maimoen merespons kondisi ratusan warga Kampung Tambaksari, Kelurahan Mangkang Wetan, Kecamatan Tugu, Kota Semarang, yang terisolasi selama dua pekan akibat robohnya jembatan penghubung.
Sejak Kamis (15/1) malam, warga Kampung Tambaksari terisolasi setelah jembatan yang menjadi satu-satunya akses penghubung roboh diterjang arus deras Sungai Beringin. Hingga kini, belum ada kepastian kapan jembatan tersebut akan dibangun kembali.
Taj Yasin yang akrab disapa Gus Yasin mengatakan akan menindaklanjuti persoalan tersebut dengan mendorong koordinasi antara Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana. Pasalnya, Sungai Beringin berada dalam kewenangan BBWS.
“Nanti saya lihat, supaya segera bisa kami tangani untuk jembatan daruratnya,” kata Gus Yasin saat ditemui di Kota Semarang, Kamis (29/1).
Menurut Gus Yasin, warga yang terdampak akibat terputusnya akses jembatan merupakan tanggung jawab pemerintah. Oleh karena itu, pihaknya akan berupaya agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin.
“Itu warga kita. Nanti kami dorong, mana yang bisa lebih cepat ditangani,” ujar orang nomor dua di Jawa Tengah tersebut.
Untuk diketahui, selama jembatan terputus, sekitar 300 kepala keluarga di Kampung Tambaksari terpaksa menyeberangi Sungai Beringin menggunakan getek sederhana.
Rakit tersebut terbuat dari stirofoam, jeriken, bambu, papan kayu, dan triplek sebagai akses sementara untuk beraktivitas sehari-hari. (ink/jpnn)










































