jpnn.com, JAKARTA - Ketua DPR Puan Maharani menyebut isu kesehatan dan psikologi anak harus menjadi perhatian bersama ketika menyikapi kasus siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak bisa membeli buku dan alat tulis untuk belajar.
"Kesehatan mental anak harus menjadi perhatian," kata Puan dalam keterangan persnya, Rabu (4/2).
Cucu Proklamator RI Soekarno atau Bung Karno itu berharap meninggalnya siswa di Ngada dapat menjadi pembelajaran semua untuk menghadirkan pendidikan ramah anak.
“Peristiwa ini harus menjadi titik balik untuk mengevaluasi sistem pendidikan yang ramah anak dan mampu menjaga kesehatan anak didik secara menyeluruh termasuk kesehatan mental dan psikologi,” kata Puan.
Legislator fraksi PDI Perjuangan itu meminta pemerintah ke depan lebih menjangkau masyarakat di daerah untuk program-program bantuan sosial.
Puan menyatakan kepedulian sosial di lingkungan sekolah harus jadi satu peta jalan dalam sistem pendidikan.
"Kita perlu lihat persoalan di Ngada secara jauh lagi, kasus ini muncul karena kemiskinan, sehingga negara harus menghilangkan akar masalah kemiskinan,” ungkap dia.
Seorang siswa SD di Kabupaten Ngada, NTT, mengakhiri hidupnya dengan meninggalkan sepucuk surat untuk ibundanya.













































