Warga Korban Gempa Sulteng Tinggal di Tenda

2 hours ago 15

Warga Korban Gempa Sulteng Tinggal di Tenda

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Petugas kesehatan memeriksa infus pasien yang berada di pelataran ruang perawatan Rumah Sakit Anutapura Pal seusai terjadi gempa di Palu, Selasa (16/6). Gempa bumi berkekuatan 6,7 magnitudo dengan kedalaman 10 km yang berada di darat 42 km tenggara Kota Palu, Sulawesi Tengah, pada Selasa (16/6) pukul 11:27 WITA tersebut tidak bepotensi tsunami namun menimbulkan kepanikan warga dan merusak sejumlah infrastruktur. ANTARA FOTO/Basri Marzuki

jpnn.com, JAKARTA - Warga mengungsi mandiri dengan tenda terpal pascagempa bermagnitudo 6,7 di Sulawesi Tengah (Sulteng).

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengonfirmasi tidak ada laporan mengenai adanya desa yang terisolasi dan belum ada pos pengungsian terpusat.

"Secara terpusat tenda pengungsian berskala besar yang dilengkapi dapur umum belum kita bangun. Masyarakat saat ini lebih banyak mendirikan tenda-tenda darurat sementara dari terpal di sekitar rumah masing-masing," kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu.

Dia menjelaskan bahwa pengungsian mandiri tersebut sebagian besar dipicu oleh faktor trauma psikologis, mengingat intensitas aktivitas gempa bumi susulan sejauh ini dirasa masih cukup signifikan.

Adapun sebagaimana pemutakhiran data yang diterima dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terdeteksi aktivitas gempa bumi susulan sebanyak 118 kali dengan tren magnitudo yang terus mengecil pascagempa utama 6,7 magnitudo Selasa (16/6) siang itu, yang getarannya dirasakan di sejumlah wilayah Kota Palu, Kabupaten Poso, Sigi, dan Parigi Moutong.

Selain itu, Abdul juga memastikan pendistribusian tenda keluarga bagi warga yang rumahnya terdata mengalami kerusakan dengan kategori berat.

Menyangkut konektivitas wilayah, dia mengungkapkan bahwa jalur transportasi antarwilayah juga dipastikan tetap terhubung, meski struktur aspal pada jalan yang mempertemukan koridor Palu, Sigi, dan Poso dilaporkan sempat tertutup material longsoran.

Kerusakan tersebut diproyeksikan dapat tertangani secara cepat oleh Dinas Pekerjaan Umum setempat, karena badan jalan tidak amblas oleh longsor, sehingga ditargetkan dapat kembali dilalui oleh kendaraan umum dalam waktu satu hingga dua hari ke depan.

Warga mengungsi mandiri dengan tenda terpal pasca-gempa bermagnitudo 6,7 di Sulawesi Tengah (Sulteng).

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |