jpnn.com, JAKARTA - Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan Cris Kuntadi menyebut lima aspek penting dalam membangun ekosistem pendidikan vokasi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Kelima aspek tersebut meliputi kompetensi dan karakter, kemampuan beradaptasi dengan teknologi, infrastruktur pembelajaran, tata kelola institusi, serta manfaat lulusan bagi dunia kerja dan masyarakat.
“Kita tidak cukup hanya mencetak lulusan yang terampil. Kita harus membentuk manusia yang memiliki integritas, disiplin, kompetensi, serta etos kerja yang kuat,” kata Cris saat memberikan orasi ilmiah bertajuk 'Nava Karya Dalam Nusa Diri: Transformasi SDM Vokasi Menuju Ketenagakerjaan Berkelanjutan' pada Sidang Senat Terbuka Dies Natalis ke-9 Politeknik Ketenagakerjaan (Polteknaker) di Jakarta, Selasa (18/8).
Cris menggambarkan pendidikan vokasi seperti pohon yang terus tumbuh.
Pohon tidak akan kokoh hanya karena memiliki batang dan ranting.
Ia membutuhkan akar yang kuat agar dapat bertahan dan terus berkembang.
“Akar pohon adalah fondasi yang tidak terlihat, tetapi menentukan kokoh atau tidaknya sebuah pohon,” ujar Cris.
Menurut Cris, akar tersebut menggambarkan kompetensi dan karakter.









































