jpnn.com, JAKARTA - Nominal transaksi Kartu Kredit Indonesia atau KKI mencatatkan akselerasi yang positif pada kuartal kedua tahun 2026.
Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia (BI), Ryan Rizaldy mengungkapkan tren peningkatan ini terjadi pada segmen eksisting pemerintahan.
Berdasarkan data terbarunya, nilai transaksi menggunakan fasilitas KKI pada eksisting pemerintah tersebut kini telah menembus angka Rp 147,8 miliar.
Pencapaian kuartal kedua ini mengalami lonjakan tajam sebesar 69,5 persen jika dibandingkan dengan catatan pada periode yang sama di tahun sebelumnya.
Sebagai perbandingan, nilai transaksi pada sektor pemerintah pada kuartal kedua tahun lalu terpantau hanya mencapai level Rp 87,2 miliar.
"Meningkat 69,5% dari periode yang sama di tahun sebelumnya sebesar Rp 87,2 miliar," ujar Ryan di gedung Bank Indonesia, Jakarta Pusat, Senin (17/8).
Pertumbuhan nominal tersebut utamanya didorong oleh semakin banyaknya instansi pemerintah pusat yang membiasakan diri bertransaksi menggunakan KKI.
Saat ini tercatat ada sebanyak 59 Kementerian atau Lembaga, yang setara dengan 60 persen dari total instansi pusat, telah aktif memanfaatkannya.









































