jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat mendorong peningkatan minat baca masyarakat secara konsisten.
Hal ini sebagai bagian upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang sangat dibutuhkan dalam proses pembangunan nasional.
"Minat baca generasi muda harus konsisten ditingkatkan dengan berbagai cara agar kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan produktivitas generasi penerus bangsa terus terpacu," kata Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Kamis (29/1).
Survei CEO World yang melibatkan lebih dari 6,5 juta responden di 102 negara pada 2025, menempatkan warga Amerika Serikat sebagai warga yang paling gemar membaca dengan rata-rata membaca 17 buku per tahun.
Sementara itu, masyarakat India berada di posisi kedua dengan rata-rata membaca 16 buku per tahun.
Pada survei yang sama, kegemaran membaca masyarakat Indonesia berada di peringkat 31 dari 102 negara, dengan rata-rata membaca 5,9 buku per tahun.
Menurut Lestari, hasil survei yang menempatkan posisi minat baca masyarakat Indonesia pada kelompok menengah di antara 102 negara di dunia, menggambarkan adanya potensi daya saing anak bangsa yang cukup baik.
"Dengan peringkat minat baca di kelompok menengah itu diharapkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan produktivitas masyarakat Indonesia dapat mengungguli sejumlah negara lainnya," kata Rerie sapaan akrabnya.













































