jpnn.com, JAKARTA - Ketua Harian Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Ahmad Ali, memberikan tanggapan menohok terkait viralnya penyematan nama 'Tembok Ratapan Solo' pada titik koordinat kediaman Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, di Google Maps.
Fenomena ini memicu munculnya istilah di media sosial "tidak senggol Jokowi, tidak makan?".
Ahmad Ali mengaku heran dengan motif di balik aksi tersebut yang menargetkan rumah pribadi Jokowi di Jalan Kutai Utara No. 1, Kelurahan Sumber, Solo.
"Nah, itu juga menjadi pertanyaan bagi saya. Apakah tidak menyenggol Jokowi, mereka tidak makan?" kata Ahmad Ali saat dihubungi JPNN.com, Rabu (13/2).
Dia mengatakan makin banyak yang membicarakan Jokowi, justru membantu menaikkan popularitas beliau.
Ali juga mengatakan jika Jokowi ingin membantu partai berlogo gajah itu ialah hak yang dimiliki mantan gubernur DKI Jakarta tersebut.
"Saya rasa pak jokowi juga masih punya hak politik, seperti para mantan presiden sebelumnya yang ingin membesarkan anaknya untuk menjadi tokoh, itu juga yang dilakukan Pak Jokowi. Cuma, mungkin mereka tidak seperti Pak Jokowi yang hingga saat ini masih banyak yang mencintai beliau," lanjutnya.
Dia menegaskan saat ini masih banyak yang membicarakan Jokowi mungkin dari kelompok pembenci justru membantu menaikkan popularitasnya.











































