jpnn.com, BALI - GWK Bali Countdown 2026 membuka rangkaian acara pergantian tahun dengan menggelar doa bersama untuk masyarakat yang terdampak bencana alam.
Hadir dengan konsep berbeda pada tahun ini, GWK Bali Countdown menampilkan pagelaran Musical Laser Show pada detik-detik pergantian 2026.
Ch. Rossie Andriani, Direktur Operasional GWK Cultural Park menuturkan pergantian tahun kali ini dijadikan momentum untuk refleksi diri, bersyukur serta harapan baik untuk bangkit menuju Indonesia yang lebih maju.
Rossie menjelaskan ditiadakannya pertunjukkan kembang api pada tahun ini ini sejalan dengan surat edaran resmi dari pihak berwenang Bali, yang melarang pelaksanaan pesta kembang api di seluruh wilayah Bali tanpa terkecuali.
Meski begitu, perayaan GWK Bali Countdown tetap berlangsung dengan serangkaian acara menarik bagi sekitar 10 ribu pengunjung.
“Perayaan tahun baru seharusnya tidak hanya menjadi momen suka cita, tetapi juga momen untuk bersyukur. Pada penutupan tahun 2025 ini, kami berfokus pada pemulihan dan percepatan kebangkitan ekonomi, serta menumbuhkan optimisme masyarakat di tahun yang baru,” ujar Ch. Rossie Andriani.
Meski tanpa kembang api, GWK Bali Countdown 2026 tetap berupaya menyuguhkan pengalaman malam tahun baru yang berkesan bagi para pengunjung.
Kemeriahan musical laser show pada detik-detik pergantian tahun, diiringi oleh penampilan tarian kontemporer modern oleh Manubada Art, salah satu Komunitas Seni Bali.















































