jatim.jpnn.com, SURABAYA - Memasuki 2026, industri perhiasan emas diprediksi bergerak ke arah desain yang lebih variatif dan ekspresif. Model-model elegan bergaya Bulgari look, motif bold, hingga desain simple luxury diperkirakan mendominasi permintaan pasar.
Tren ini terlihat dari meningkatnya minat konsumen terhadap perhiasan yang tidak hanya bernilai estetika, namun juga menjadi instrumen investasi jangka panjang.
Manajemen Representatif Wahyu Redjo Diana Kusuma mengatakan bahwa perubahan tren ini didorong oleh kombinasi antara selera pasar, inovasi pabrik perhiasan, dan dinamika ekonomi.
“Untuk tren 2026, yang ditonjolkan adalah desain-desain yang mengikuti selera pasar, termasuk sentuhan bergaya Bulgari. Kami membaca perkembangan di lapangan, dan pabrik-pabrik juga terus berinovasi,” kata Diana, Kamis (1/1).
Diana menegaskan bahwa empat pabrik yang menjadi mitra Wahyu Redjo—Ayu Gold, BG Gold, AWT Gold, dan YT Gold—memegang peran besar dalam research product sehingga produk yang dirilis sepanjang tahun depan akan semakin variatif.
Tren perhiasan 2026 tersebut dapat langsung dinikmati masyarakat melalui gelaran Pesta Kilau Emas Volume 2 persembahan Wahyu Redjo yang digelar di Atrium Pakuon Trade Center (PTC) Surabaya, dari 31 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026.
“Pameran kali ini adalah Pesta Kilau Emas volume kedua, bekerja sama dengan empat pabrik besar. Ini rangkaian pameran kami yang kedua bersama mereka,” jelas Diana.
Wahyu Redjo menghadirkan sejumlah promo besar selama pameran, antara lain Grand Prize 1 unit Daihatsu Sigra, diundi pada 4 Januari 2026 (setiap transaksi minimal Rp1 juta mendapat 1 kupon).












































