Tekanan Terhadap Rupiah Masih Berlanjut, USD Jadi Rp 17.859

6 hours ago 18

Tekanan Terhadap Rupiah Masih Berlanjut, USD Jadi Rp 17.859

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Research and Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX), Muhammad Amru Syifa menyatakan pelemahan rupiah kembali terjadi. Foto/Ilustrasi: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Research and Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX), Muhammad Amru Syifa menyatakan pelemahan rupiah kembali terjadi seiring pelaku pasar masih mencermati arah kebijakan moneter Amerika Serikat.

Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar AS (USD) melemah 16 poin atau 0,09 persen pada penutupan perdagangan Selasa sore.

USD pada sore ini bertengger di angka Rp 17.859 dari sebelumnya Rp 17.843.

“Tekanan terhadap rupiah masih berasal dari penguatan dolar AS, meskipun pelemahannya diperkirakan tidak terlalu dalam karena sebagian sentimen global mulai menunjukkan perbaikan,” kata Amru di Jakarta, Selasa.

Indeks Dolar AS (DXY) disebut bertahan di sekitar level 101,00 seiring ekspektasi Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga pada level tinggi lebih lama.

Sikap hawkish yang ditunjukkan Ketua The Fed, Kevin Warsh dan proyeksi suku bunga terbaru meningkatkan keyakinan pasar atas peluang kenaikan suku bunga masih terbuka dalam beberapa bulan ke depan.

Namun, lanjutnya, penguatan dolar mulai tertahan setelah muncul perkembangan positif dalam perundingan antara Amerika Serikat dan Iran yang membantu meredakan kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan energi dan tekanan inflasi global.

Melihat sentimen dari dalam negeri, dampak positif datang dari rencana penerbitan Panda Bond yang menggunakan skema Local Currency Transaction (LCT).

Research and Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX), Muhammad Amru Syifa menyatakan pelemahan rupiah kembali terjadi

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |