Target Populasi Sapi yang Terancam Akibat Lonjakan Harga Impor

1 day ago 30

Rabu, 13 Mei 2026 – 09:17 WIB

Target Populasi Sapi yang Terancam Akibat Lonjakan Harga Impor - JPNN.com Jogja

Sapi impor asal Australia. Foto: Antara

jogja.jpnn.com, YOGYAKARTA - Ambisi pemerintah untuk mencapai target populasi sapi nasional sebesar 19,9 juta ekor pada 2026 kini menghadapi tantangan berat. Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS serta dinamika geopolitik global telah memicu lonjakan harga sapi impor asal Australia, yang dikhawatirkan akan mengganggu stabilitas populasi sapi di dalam negeri.

Guru Besar Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof Panjono mengatakan situasi ini memiliki dampak ganda.

Di satu sisi, kenaikan harga sapi impor memberikan angin segar bagi peternak lokal karena harga ternak domestik ikut terdongkrak naik, yang secara otomatis meningkatkan keuntungan mereka sebagai pelaku usaha.

Namun, dari perspektif nasional, Prof Panjono memperingatkan bahwa kondisi ini adalah alarm bagi ketahanan pangan hewani.

Ketergantungan yang tinggi pada impor membuat harga daging sapi nasional sangat rentan terhadap gejolak eksternal.

Jika harga sapi impor terus melambung, volume impor diprediksi akan menurun drastis.

"Kalau impor turun, tingkat pemotongan domestik akan meningkat untuk menutupi kebutuhan pasar. Jika berlangsung jangka panjang, populasi sapi Indonesia bisa menurun dan pada akhirnya terjadi kelangkaan," kata dia pada Selasa (12/5).

Tantangan terbesar muncul saat membandingkan realitas populasi saat ini dengan target pemerintah. Kementerian Pertanian menargetkan populasi sapi mencapai 19,9 juta ekor pada 2026, sementara pada 2025 populasi baru tercatat sekitar 13,5 juta ekor.

Nilai tukar rupaiah yang terus melemah membuat harga sapi impor melonjak sehingga berdampak pada target populasi sapi nasional yang dicanangkan pemerintah.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jogja di Google News

Read Entire Article
| | | |