jogja.jpnn.com, YOGYAKARTA - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X menekankan pentingnya peran Konsorsium Perguruan Tinggi Tinggi (PTN-PTS) Wilayah V untuk mempertemukan kepakaran akademisi dengan persoalan nyata pembangunan daerah. Hal tersebut disampaikannya dalam Sarasehan Sains dan Teknologi Yogyakarta 2026 di Rich Jogja Hotel, Sleman, Rabu (9/9).
Sri Sultan menilai sinergi yang terstruktur melalui konsorsium dapat memberikan dasar yang kuat bagi pengambil kebijakan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
"Pemerintah daerah membutuhkan rekomendasi yang dapat diuji, data yang dapat dipakai, model intervensi yang dapat diterapkan, serta inovasi yang dapat diukur manfaatnya," ujar Sultan HB X.
Sri Sultan mengutarakan bahwa pemerintah memiliki data lapangan dan ruang kebijakan, sedangkan perguruan tinggi dibekali metodologi, pengetahuan, serta daya kritis.
Pertemuan kedua kapasitas ini dinilai sangat strategis untuk menghasilkan kebijakan yang tepat sasaran.
Menurutnya, solusi atas persoalan warga tidak selalu membutuhkan inovasi yang rumit, melainkan jawaban riil atas tantangan sehari-hari.
Misalnya, di sektor pertanian petani membutuhkan riset yang bisa mengatasi masalah perubahan musim, sementara pelaku UMKM butuh solusi untuk mengembangkan usaha mereka.
Oleh karena itu, Sultan HB X meminta forum bersama antara Bapperida Provinsi dan Bappeda Kabupaten/Kota dimanfaatkan secara maksimal untuk memetakan dokumen perencanaan daerah dengan riset kampus yang relevan.













































