jpnn.com, PARIS - Perdana Menteri Prancis Sebastien Lecornu berencana memangkas gaji para menteri sebagai bagian dari langkah penghematan untuk menekan defisit anggaran, demikian dilaporkan stasiun televisi BFMTV pada Rabu.
Lecornu akan mengajukan rancangan undang-undang anggaran 2027 kepada parlemen pada akhir September.
Pemotongan gaji sebesar 10 persen untuk para senator dan anggota dewan majelis rendah juga berpeluang dipertimbangkan, menurut laporan tersebut.
Langkah-langkah tersebut diperkirakan tidak akan menekan defisit anggaran secara signifikan, namun menunjukkan komitmen pemerintah dalam melakukan upaya penghematan yang diperlukan.
Terakhir kali pemotongan gaji menteri dilakukan adalah pada 2012 di bawah kepemimpinan Presiden Francois Hollande, ketika gaji menteri dipangkas sebesar 30 persen dari 14.200 euro (sekitar 290 juta rupiah) per bulan menjadi 9.900 euro (200 juta rupiah), sebut laporan tersebut.
Pada akhir Juni, utang publik Prancis kembali menyentuh rekor tertinggi hingga melampaui 3,5 triliun euro untuk pertama kalinya.
Bank Sentral Prancis memperingatkan bahwa negara tersebut berisiko menghadapi krisis fiskal jika pemerintah tidak segera menekan defisit anggaran. (ant/dil/jpnn)
















































