jpnn.com, JAKARTA - Studi terbaru Jurnal Asosiasi Medis Amerika (JAMA) merekomendasikan produk tembakau alternatif dibahas sebagai salah satu pilihan bagi perokok dewasa yang ingin berhenti merokok.
Studi yang terbit pada 30 Juli 2026 itu menekankan pentingnya pendekatan berbasis bukti dengan mempertimbangkan manfaat dan risiko setiap pilihan.
Studi berjudul Nicotine E-Cigarettes for Cigarette Smoking Cessation: Recommendations to US-Based Clinicians tersebut dipimpin peneliti University of Kansas Cancer Center Eleanor L. S. Leavens.
"Tidak ada satu pendekatan yang dapat membantu semua perokok untuk berhenti,” kata Eleanor, Senin (14/9).
Menurut dia, perokok dewasa perlu diberikan sejumlah pilihan dan dilibatkan dalam pembahasan mengenai manfaat serta risiko setiap opsi.
Pendekatan tersebut dikenal sebagai shared decision-making, yang mempertimbangkan tujuan, preferensi, dan kondisi kesehatan perokok dewasa.
Eleanor menegaskan produk tembakau alternatif bukan produk yang aman atau bebas risiko. Namun, pembahasannya dinilai penting sebagai bagian dari upaya membantu perokok meninggalkan rokok yang dibakar.
Akademisi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran Dr. Indra Mustika mengatakan pendekatan berbasis risiko juga penting diterapkan tenaga kesehatan di Indonesia.

















































