jpnn.com, JAKARTA - Persoalan sampah tidak dapat diselesaikan hanya dengan membangun fasilitas pengolahan di hilir, tetapi membutuhkan sistem terintegrasi sejak pengurangan dan pemilahan di sumber hingga pengolahan residu, termasuk melalui Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).
Praktisi lingkungan yang juga Founder dan CEO Waste4Change Mohamad Bijaksana Junerosano mengatakan PSEL dapat menjadi bagian dari solusi pengelolaan sampah sepanjang ditempatkan sebagai pengolah residu yang sudah tidak dapat didaur ulang atau dikomposkan.
"Waste to energy dan circular economy bisa dan harus berjalan bersama, asal PSEL diposisikan sebagai pelengkap di ujung sistem, bukan pengganti di awal," kata Junerosano di Jakarta.
Menurut dia, sistem pengelolaan sampah yang ideal dimulai dari pengurangan dan pemilahan di sumber, kemudian pengolahan sampah organik dan anorganik, sementara material yang tidak lagi dapat dimanfaatkan menjadi residu untuk ditangani melalui PSEL ataupun fasilitas pemrosesan akhir.
Integrasi tersebut penting karena kegagalan pada salah satu mata rantai akan membuat sebagian besar sampah kembali bermuara ke tempat pemrosesan akhir (TPA). "Kalau salah satu mata rantai putus, misalnya pemilahan tidak berjalan, semua beban kembali lagi ke ujung," ujarnya.
Junerosano menilai PSEL idealnya menangani sekitar 30–40 persen dari keseluruhan timbulan sampah, terutama residu yang memang tidak dapat didaur ulang atau dikomposkan, dan bukan menyerap seluruh sampah yang dihasilkan masyarakat.
Pendekatan tersebut diperlukan agar pengembangan PSEL tidak melemahkan ekosistem ekonomi sirkular yang telah berjalan, mulai dari bank sampah, tempat pengolahan sampah dengan prinsip 3R (TPS3R), lapak, pemulung, hingga pelaku usaha daur ulang.
Oleh karena itu, menurut dia, desain kontrak dan regulasi menjadi faktor penting. Kontrak PSEL perlu menghindari skema "put or pay" dengan kewajiban volume tinggi yang berpotensi membuat pemerintah daerah harus memenuhi kuota tonase sampah dan pada akhirnya mengurangi insentif untuk melakukan pemilahan.

















































