jpnn.com - PALANGKA RAYA - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di kawasan jalan lintas Pangkalan Bun-Kotawaringin Lama, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, mulai mengancam keberadaan Hutan Kemasyarakatan (HKm) Masoraian.
Adapun HKm Masoraian merupakan salah satu kawasan hutan negara yang di dalamnya terdapat beberapa jenis tanaman dan hewan yang hidup. Kini, keberadaannya terancam oleh karhutla yang masih terjadi.
"Perkembangan sebaran api yang masih meluas menjadi perhatian kami, terlebih kebakaran telah mendekati ke kawasan Hutan Kemasyarakatan Masoraian," kata Bupati Kotawaringin Barat Nurhidayah di Pangkalan Bun, Jumat (18/9).
Saat ini sekitar 400 hektare lahan terbakar akibat kejadian karhutla di lintas Pangkalan Bun - Kotawaringin Lama tersebut. Namun demikian, jumlah tersebut diperkirakan akan terus bertambah, melihat kondisi karhutla di lintasan itu hingga hari ini masih dilakukan penanganan.
Bupati mengatakan imbauan terus digencarkan oleh tim satgas di lapangan, terutama bagi masyarakat yang akan melintasi jalan di KM 14 hingga KM 22.
Dalam imbauan tersebut, masyarakat diminta untuk berhati-hati, karena kebakaran tersebut membuat jarak pandang hanya dua meter dan rawan menyebabkan kecelakaan lalu lintas.
Nurhidayah menyampaikan bahwa pemerintah daerah akan terus berupaya memaksimalkan seluruh sumber daya yang tersedia untuk menghadapi kondisi karhutla saat ini.
Untuk penanganan di lapangan, personel gabungan terus dikerahkan secara proporsional sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing lokasi.

















































